Akhir Tragis Robot Penjelajah HitchBot di Philadelphia

Akhir Tragis Robot Penjelajah HitchBot di Philadelphia

Septiana Ledysia - detikNews
Rabu, 05 Agu 2015 02:41 WIB
Akhir Tragis Robot Penjelajah HitchBot di Philadelphia
Foto: @hitchBOT
Philadelphia - Setelah melakukan petualangan internasional seperti menghabiskan waktu seminggu dengan band heavy metal, menjelajah kanal-kanal Amsterdam dan berpartisipasi di pertandingan Boston Red Sox, robot penjelajah HitchBot ditemukan mati di Philadelphia.

Seperti dilansir The New York Times, Selasa (4/8/2015) robot yang mengenakan sepatu boots warna kuning itu ditemukan hancur di sebuah gang di Philadelphia. Robot yang sudah berjalan selama 483 KM itu berkelana dengan cara menumpang pada kendaraan lain untuk menjelajahi Kanada hingga akhirnya sampai di Amerika.

Penciptanya mengatakan, perjalanan HitchBot harus berakhir karena seorang pengacau. Robot tersebut pada Sabtu pagi dipukuli dan dipotong-potong di kawasan bersejarah Kota Tua Philadelphia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pencipta robot tersebut merupakan dua profesor Kanada David Harris Smith dan Frauke Zeller. Mereka mengatakan HitchBot dibuat dalam rangka karya seni dan percobaan robotika sosial. Robot pendek berbadan gempal yang dibuat dari ember dengan lampu LED merah untuk membuat cahaya di wajahnya tersebut telah berhasil dikirim ke Kanada, Jerman dan Belanda.

Robot tersebut ditinggalkan oleh penciptanya pada 17 Juli 2015 di Jalan bebas hambatan di Salem, Massachusetts. Selama dua minggu robot tersebut berjalan dari Boston ke New York.

Petunjuk singkat yang ditulis di punggungnya dapat membantu wisatawan memenuhi keinginanya saat berada di Amerika Serikat, termasuk mendengarkan musik jazz di New Orlens dan menjadi wajah kelima dalam foto pada Gunung Rushmore. Perjalanan robot tersebut dibuat dokumentasi dan akhirnya menjadi populer di Twitter, Facebook dan Instagram.

Tidak lama setelah ditemukan hancur pada tanggal 2 Agustus 2015 akun Twitter @HitchBot menulis cuitan yang mengharukan. Dimana dalam cuitannya tersebut, robot penjelajah itu mengucapkan terimakasih kepada manusia yang selama ini telah membantu dirinya.

"Aduh, tubuh saya rusak, tapi saya tetap hidup dengan semua teman-teman saya. Terkadang hal-hal buruk terjadi pada robot yang baik!," demikian kutipan cuitan Hitchbot.

"Perjalananku harus berakhir sekarang, tapi cintaku kepada manusia tidak akan pernah luntur. Terima kasih teman-teman," sambung Hitchbot.

orang-orang yang menyayangi HitchBot
(spt/bar)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads