Seperti dilansir The New York Times, Selasa (4/8/2015) robot yang mengenakan sepatu boots warna kuning itu ditemukan hancur di sebuah gang di Philadelphia. Robot yang sudah berjalan selama 483 KM itu berkelana dengan cara menumpang pada kendaraan lain untuk menjelajahi Kanada hingga akhirnya sampai di Amerika.
Penciptanya mengatakan, perjalanan HitchBot harus berakhir karena seorang pengacau. Robot tersebut pada Sabtu pagi dipukuli dan dipotong-potong di kawasan bersejarah Kota Tua Philadelphia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robot tersebut ditinggalkan oleh penciptanya pada 17 Juli 2015 di Jalan bebas hambatan di Salem, Massachusetts. Selama dua minggu robot tersebut berjalan dari Boston ke New York.
Petunjuk singkat yang ditulis di punggungnya dapat membantu wisatawan memenuhi keinginanya saat berada di Amerika Serikat, termasuk mendengarkan musik jazz di New Orlens dan menjadi wajah kelima dalam foto pada Gunung Rushmore. Perjalanan robot tersebut dibuat dokumentasi dan akhirnya menjadi populer di Twitter, Facebook dan Instagram.
Tidak lama setelah ditemukan hancur pada tanggal 2 Agustus 2015 akun Twitter @HitchBot menulis cuitan yang mengharukan. Dimana dalam cuitannya tersebut, robot penjelajah itu mengucapkan terimakasih kepada manusia yang selama ini telah membantu dirinya.
"Aduh, tubuh saya rusak, tapi saya tetap hidup dengan semua teman-teman saya. Terkadang hal-hal buruk terjadi pada robot yang baik!," demikian kutipan cuitan Hitchbot.
"Perjalananku harus berakhir sekarang, tapi cintaku kepada manusia tidak akan pernah luntur. Terima kasih teman-teman," sambung Hitchbot.
orang-orang yang menyayangi HitchBot |












































orang-orang yang menyayangi HitchBot