Mantan Ibu Negara Korsel Lakukan Kunjungan Langka ke Korut

Mantan Ibu Negara Korsel Lakukan Kunjungan Langka ke Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 19:24 WIB
Mantan Ibu Negara Korsel Lakukan Kunjungan Langka ke Korut
Lee Hee-ho (AFP PHOTO/JUNG YEON-JE)
Seoul - Janda mendiang Presiden ke-8 Korea Selatan Kim Dae-jung akan melakukan kunjungan langka ke Korea Utara. Kunjungan ini memicu harapan untuk mencairkan ketegangan antara kedua negara.

Meskipun otoritas Korsel menyatakan bahwa kunjungan ini untuk tujuan kemanusiaan dan merupakan urusan pribadi. Lee Hee-ho yang kini berusia 93 tahun berencana untuk mengunjungi Korut pada 5-8 Agustus besok.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (4/8/2015), Lee akan mengunjungi rumah sakit anak, rumah sakit bersalin dan juga panti asuhan di Pyongyang. Namun fokus tertuju pada apakah Lee akan bertemu langsung dengan pemimpin Korut, Kim Jong Un yang sejak menjabat lebih dari 3 tahun lalu belum pernah menerima secara resmi satupun tamu warga Korsel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lee sendiri sebelumnya sudah pernah bertemu dengan Kim Jong Un ketika menghadiri upacara pemakaman mendiang Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un pada Desember 2011 lalu.

Suami Lee sendiri, yang menjabat periode 1998-2003, dikenal akan "sunshine policy" terhadap Korut yang berujung pada pertemuan bersejarah dengan Kim Jong Il pada tahun 2000. Kebijakan ini membawa Kim Dae Jung meraih Nobel Perdamaian pada tahun 2000. Sayangnya, kebijakan ini mulai ditinggalkan ketika kelompok konservatif memegang kepemimpinan di Seoul pada tahun 2008.

Namun sosok Kim Dae-jung bersama istrinya, Lee masih cukup dihormati oleh Korut. Buktinya, kunjungan Lee ke Korut besok mendapat persetujuan pribadi dari Kim Jong Un. Bahkan Lee diperbolehkan terbang langsung dari Korsel, penerbangan yang langka antar kedua negara.

Pengamat dari Institut Unifikasi Nasional Korea, Jeung Young-tae menyebut kunjungan Lee ini berpotensi membuka jendela untuk dimulainya kembali perundingan damai antara Korsel dengan Korut. "Korea Utara sendiri cenderung bersahabat terhadap tokoh politik liberal yang ramah terhadap mereka, dan Lee Hee-ho merupakan tokoh simbolis," sebutnya.

Namun otoritas Korsel berulang kali menekankan bahwa kunjungan Lee tidak ada kaitannya dengan urusan politik. "Kunjungan Lee merupakan acara penting, tapi kami tidak berniat mengirimkan pesan resmi melalui dirinya," ucap juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Park Soo-jin.

(nvc/nwk)


Berita Terkait