Banyak Dikritik Terkait MERS, Menteri Kesehatan Korsel Dicopot

Banyak Dikritik Terkait MERS, Menteri Kesehatan Korsel Dicopot

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Agu 2015 16:28 WIB
Banyak Dikritik Terkait MERS, Menteri Kesehatan Korsel Dicopot
Ilustrasi (Kim Hong-Ji/REUTERS)
Seoul - Presiden Korea Selatan mengganti Menteri Kesehatan usai menuai kritikan atas wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Penyebaran virus MERS dari rumah sakit ke rumah sakit telah menewaskan 36 orang.  

Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Moon Hyung-pyo banyak menuai kritik atas putusannya tidak menyebut nama-nama rumah sakit yang menangani pasien MERS pada awal-awal menyebarnya virus berbahaya ini. Keputusan ini memicu kebingungan dan ketakutan publik.

Penyebaran MERS di Korsel berdampak pada perekonomian negara tersebut, di mana pertumbuhannya tercatat paling lambat dalam 6 tahun terakhir. Ribuan sekolah terpaksa ditutup, warga enggan keluar rumah sehingga aktivitas ekonomi tidak berjalan dan membuat turis asing takut datang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dukungan publik bagi Presiden Park juga mengalami penurunan ke titik paling rendah sejak dia menjabat pada tahun 2013 lalu. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (4/8/2015).
 
Juru bicara Presiden Park, Min Kyung-wook menuturkan, Presiden Park menunjuk Chung Chin-youb, seorang dokter bedah ortopedi dan pakar kesehatan publik sebagai Menteri Kesehatan Korsel yang baru. Min tidak menyebut dengan jelas alasan pemecatan Moon.

Pekan lalu, otoritas Korsel resmi menyatakan bebas dari bahaya MERS, selang dua bulan setelah virus ini menyebar. Para ahli kesehatan menyebutkan, masa inkubasi virus MERS mencapai 2 minggu. Dengan tidak adanya kasus baru dalam 2 minggu terakhir, maka Korsel percaya diri menyatakan wabah MERS telah berakhir.

Wabah MERS di Korsel berawal pada Mei lalu, ketika seorang pengusaha yang baru pulang dari Timur Tengah dinyatakan positif terinfeksi. Penyebaran MERS di Korsel terjadi antar rumah sakit, dengan banyaknya korban merupakan pasien rumah sakit setempat yang sebelumnya telah menderita penyakit lainnya. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads