Seperti dilansir CNN, Selasa (4/8/2015), awak pesawat Shuttle America melaporkan keberadaan sebuah pesawat tak berawak yang terbang di sebelah kiri pesawat. Insiden ini terjadi ketika pesawat hendak mendarat di Bandara Internasional John F Kennedy (JFK) pada Minggu (2/8) malam waktu setempat.
Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) menyebut ada dua laporan insiden serupa pada Jumat (31/7) lalu. Dalam insiden pertama, awak pesawat JetBlue melaporkan melihat sebuah drone terbang di bawah hidung pesawat, ketika pesawat bersiap untuk melakukan pendaratan di Bandara JFK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan FAA, ketiga pesawat itu berhasil mendarat tanpa insiden apapun. Namun Phil Derner dari NYCaviation.com menyebut, keberadaan drone yang terbang terlalu dekat dengan pesawat komersial semacam itu memberikan ancaman serius.
"Drone itu bisa masuk ke dalam mesin dan menghancurkan mesin (pesawat). Bisa juga menabrak kaca jendela kokpit hingga melukai pilot atau bahkan menewaskan pilot," sebut Derner.
AS memberlakukan larangan menerbangkan drone di dalam area berjarak kurang dari 8 kilometer dari setiap bandara, tanpa memberitahu operator bandara dan pihak menara pengendali. Tidak hanya itu, drone juga hanya diperbolehkan terbang di bawah ketinggian 121 meter saja. Namun tetap saja, FAA kerap mendapat beberapa laporan setiap harinya dari para pilot yang melaporkan keberadaan drone di dekat pesawat yang mereka kendalikan. (nvc/ita)










































