Disampaikan Komisi Antiteroris Nasional, seperti dilansir AFP, Senin (3/8/2015), pasukan khusus Rusia terlibat bentrok dengan sekelompok pria bersenjata di kawasan pegunungan dekat Chechnya. Bentrokan ini diwarnai baku tembak sengit antara kedua pihak.
"Dampak dari baku tembak ini, delapan militan dilumpuhkan," demikian pernyataan Komisi Antiteroris Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Komisi Antiteroris Nasional yang dirilis oleh kantor berita Rusia, menyebutkan bahwa salah satu militan diidentifikasi sebagai Adam Tagilov, yang mendalangi penyerbuan bersenjata di kota Grozny, kota utama di Chechnya pada Desember 2014 lalu.
Serbuan itu menewaskan 14 polisi setempat, ketika militan bersenjata menyerbu beberapa gedung di Grozny pada hari yang sama saat Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato nasionalnya.
Pada Juni lalu, militan dari empat kawasan Caucasus menyatakan sumpah setia kepada ISIS. ISIS telah menerima sumpah setia itu dan dikabarkan menunjuk seorang 'gubernur' untuk Daulah Islamiyah wilayah Caucasus. Otoritas Rusia memperkirakan ada ribuan warganya yang bertempur untuk ISIS di Suriah, dan sebagian besar berasal dari wilayah Caucasus. (nvc/ita)











































