Kepolisian Memphis berhasil mengidentifikasi pelaku penembakan sebagai Tremaine Wilbourn (29) yang dinyatakan bersenjata dan berbahaya bagi masyarakat. Kini, Wilbourn masih dalam pengejaran kepolisian.
"Bisa dipastikan kami akan terus mengejar tersangka, dan kami akan mengerahkan segala cara hingga tersangka ditahan," ujar Kepala Kepolisian Memphis, Toney Armstrong seperti dilansir CNN, Senin (3/8/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semalam, kita kehilangan tidak hanya seorang polisi, tapi juga pria yang hebat, pelayan masyarakat yang berdedikasi, dan seorang anggota keluarga," sebut Armstrong.
Insiden ini berawal ketika Bolton menghentikan mobilnya di depan sebuah kendaraan yang parkir sembarangan dan menyorot mobil itu dengan lampu. Ketika mendekati mobil itu, Bolton mendapat perlawanan oleh Wilbourn yang duduk di kursi penumpang. Bolton terlibat pergulatan dengan Wilbourn hingga akhirnya Wilbourn menembak Bolton beberapa kali. Bersama si pengemudi mobil itu, Wilbourn pun melarikan diri.
"Terungkap bahwa polisi Bolton mengganggu semacam transaksi narkoba. Transaksi paket kecil mariyuana terjadi di dalam kendaraan itu," tutur Armstrong.
Pengemudi mobil itu telah menyerahkan diri kepada polisi, namun Wilbourn masih buron. Otoritas AS menawarkan imbalan US$ 10 ribu atau setara Rp 135 juta untuk setiap informasi guna menangkap Wilbourn. (nvc/ita)











































