Sebelumnya pada Kamis, 30 Juli waktu setempat, seorang warga Yahudi Ortodoks menikam enam peserta parade gay tahunan, Gay Pride, di Yerusalem. Akibatnya, keenam orang tersebut terluka, bahkan satu di antaranya kini dalam kondisi kritis.
Beberapa jam kemudian, para ekstremis Yahudi membakar sebuah rumah warga Palestina di Tepi Barat. Akibatnya, seorang bayi berumur 18 bulan tewas, sementara kedua orangtua dan kakak korban saat ini dalam kondisi kritis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap kekerasan para pemukim dan segera memulai kembali proses perdamaian," tutur direktur Peace Now, Yariv Oppenheimer.
Di antara para demonstran termasuk seorang paman dari bayi Palestina yang tewas dalam aksi pembakaran di Tepi Barat tersebut.
Sedangkan di Yerusalem, ratusan orang berkumpul di dekat lokasi penusukan saat event Gay Pride.
Presiden Israel Reuven Rivlin turut menyampaikan pidatonya dalam aksi demo tersebut. "Api kebencian menyebar di masyarakat kita, api kekerasan, kebencian, kepalsuan dan keyakinan yang menyimpang," tutur Presiden Rivlin di depan massa.
Aksi-aksi serupa yang lebih kecil pesertanya juga berlangsung di kota-kota Israel lainnya.
(ita/ita)











































