Zhao Liping menjabat Kepala Kepolisian Inner Mongolia dari tahun 2005 hingga 2010. Namun dia sudah menjadi polisi selama tiga dekade sebelum pensiun. Pekan ini, Badan Antigratifikasi China menyatakan, Zhao ditahan atas dugaan pembunuhan seorang wanita pada Maret lalu. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2015).
Komisi Pusat Inspeksi Disiplin pada Partai Komunis China menyebut Zhao menerima suap, memiliki senjata api secara ilegal dan juga gemar berzinah. Anggota Partai Komunis China seharusnya menegakkan moralitas publik dan dilarang untuk memiliki hubungan di luar pernikahan.
"Terlepas dari kasus tersebut, penyelidikan polisi menemukan bahwa Zhao Liping merupakan tersangka pembunuhan," demikian pernyataan Komisi Pusat Inspeksi Disiplin.
Dalam pernyataannya, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin juga menyatakan bahwa Zhao telah dikeluarkan dari Partai Komunis. Harta hasil korupsi milik Zhao pun disita. Pihak Partai Komunis menyerahkan penyelidikan kasus Zhao kepada otoritas kehakiman China, yang berarti dia akan segera diadili.
Tidak dijelaskan lebih lanjut soal kasus pembunuhan yang menjerat Zhao. Pihak Zhao belum bisa dimintai komentar terkait kasus ini.
Wilayah Inner Mongolia memiliki sumber daya batu bara terbesar di China. Wilayah ini secara strategis terletak di bagian utara China, dekat perbatasan Rusia dan Mongolia. (nvc/ita)











































