Dalam insiden tersebut, bocah 4 tahun yang merupakan kakak laki-laki korban dan kedua orang tuanya juga mengalami luka-luka. Juru bicara kepolisian Israel, Luba Samri menuturkan, slogan 'Price Tag' yang digunakan ekstremis Israel pada masa lalu, tertulis di dinding rumah korban di desa dekat kota Nablus, Tepi Barat.
"Ini diduga merupakan serangan dengan motif nasionalis," tutur Samri seperti dilansir Reuters, Jumat (31/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah korban di Kafr Duma hancur akibat kebakaran ini. Kebakaran ini terjadi di saat korban dan keluarganya masih tertidur di dalam rumah. Sebuah rumah di sebelah rumah korban juga rusak parah akibat kebakaran. Namun rumah tersebut dalam kondisi kosong sehingga tidak ada korban jiwa.
Orang tua dan kakak korban telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Tidak dijelaskan lebih lanjut kondisi ketiga korban luka tersebut.
Kelompok ekstremis Israel dianggap bertanggung jawab atas serangkaian aksi pembakaran masjid di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir. (nvc/ita)











































