Disampaikan polisi senior bandara New Delhi, seperti dilansir AFP, Jumat (31/7/2015), kedua staf pada maskapai nasional itu dicurigai membantu beberapa wanita asal Nepal untuk mendapat pekerjaan di negara-negara Teluk. Mereka membantu wanita-wanita itu menghindari prosedur imigrasi.
Sejauh ini sudah ada 28 wanita yang diidentifikasi sebagai korban penyelundupan manusia. Menurut polisi, sebagian besar korban berasal dari wilayah Nepal, yang pada bulan April lalu dilanda gempa bumi besar hingga menewaskan ribuan orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi lantas menahan wanita-wanita asal Nepal itu dan menangkap dua petugas lapangan maskapai Air India. Kepada polisi, kedua staf Air India itu mengaku dibayar US$ 90 (Rp 1,2 juta) per orang untuk memalsukan dokumen perjalanan itu.
Dalam pernyataannya, polisi menyebut dua staf yang ditangkap bernama Manish Gupta dan Kapil Kumar. Pihak maskapai Air India belum memberikan komentarnya atas kasus ini.
"Petugas keamanan menangkap 7 wanita Nepal yang mendapat boarding pass dan dokumen perjalanan internasional tanpa mengikuti prosedur. Interogasi terhadap wanita-wanita ini serta dua tersangka yang ditangkap mengungkapkan sedikitnya 21 wanita Nepal lainnya di Delhi menunggu giliran mereka terbang ke luar negeri dengan rute yang sama," terang Haider kepada AFP.
Polisi menemukan 21 wanita lainnya ketika menggerebek sebuah hotel di Delhi dan mereka akan dipulangkan ke Nepal bersama 7 wanita Nepal yang sebelumnya ditangkap. Dua tersangka sindikat penyelundup manusia lainnya juga ditangkap. Keduanya berkewarganegaraan Nepal. (nvc/ita)










































