Suruh Politikus Wanita Diam, Wakil PM Turki Dikecam Publik

Suruh Politikus Wanita Diam, Wakil PM Turki Dikecam Publik

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jul 2015 17:20 WIB
Suruh Politikus Wanita Diam, Wakil PM Turki Dikecam Publik
Bulent Arinc (AFP)
Ankara, - Wakil Perdana Menteri (PM) Turki Bulent Arinc menuai kecaman karena komentarnya yang bernada diskriminasi terhadap kaum wanita. Komentar tersebut dilontarkan Arinc kepada seorang politikus wanita yang mencoba menginterupsi pidatonya.

Saat itu, Arinc tengah berbicara di parlemen mengenai intervensi militer Turki terhadap kelompok ISIS di Suriah dan militan Kurdi di Irak. Saat pria tersebut membenarkan keputusan pemerintah Turki untuk menyerang militan Kurdi di Irak, sejumlah anggota partai People's Democratic Party (HDP) yang pro-Kurdi berteriak-teriak mengejek Arinc. Ini termasuk anggota parlemen bernama Nursel Aydogan. Mendengar teriakan perempuan itu, Arinc pun geram.

"Nyonya, diamlah! Anda sebagai wanita, diamlah!" teriak Arinc saat debat parlemen yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal insiden pada Rabu, 29 Juli waktu setempat itu menuai kemarahan publik, khususnya para pengguna Internet. Dengan hashtag #BirKadinOlarakSusmayacagiz (sebagai wanita kami tak akan diam), kaum wanita Turki memposting komentar-komentar bernada marah di Twitter. Hashtag ini bahkan menjadi trending nasional.

Hashtag #KadinDusmaniArinc (Arinc adalah musuh kaum wanita) juga ramai di Twitter.

Atas komentar Arinc tersebut, partai HDP dan oposisi utama Republican People's Party (CHP) meminta permohonan maaf dari Arinc.

"Kami sebagai CHP mengecam keras komentar seksis, diskriminasi dan menghina yang melanggar hak-hak wanita," tutur wakil kepala CHP, Selin Sayek Boke.

"Mengeluarkan komentar seperti itu di bawah atap parlemen adalah tak bisa diterima. Kami mengundangnya untuk meminta maaf," cetusnya.

Ini bukan kali pertama Arinc menuai kecaman publik karena komentarnya mengenai kaum wanita. Pada Juli 2014 lalu, dia menuai kritikan setelah mengatakan bahwa kaum wanita seharusnya tidak tertawa keras-keras di depan publik. Hal ini memicu munculnya banyak video dan gambar-gambar wanita Turki sedang tertawa keras, sebagai bentuk perlawanan atas komentar Arinc. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads