Disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal, Laxmi Dkahal seperti dilansir Reuters, Kamis (30/7/2015), tanah longsor ini melanda desa-desa di dekat kota wisata Pokhara, yang berjarak 125 kilometer dari ibukota Kathmandu. Sedikitnya 22 rumah hancur akibat longsor.
Pejabat pemerintah setempat, Krishna Bahadur Raut menuturkan kepada Reuters, belasan orang lainnya masih hilang atau belum diketahui keberadaannya usai tanah longsor menerjang. Tanah longsor ini dilaporkan terjadi ketika sebagian besar warga masih tidur di rumah masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bencana longsor kali ini, kepolisian setempat bersama dengan tentara Nepal berjibaku di tengah hujan deras untuk mencari korban. Mereka mengandalkan sekop dan tangan mereka untuk menggali gundukan tanah yang menimbun rumah-rumah warga.
Otoritas setempat telah meminta pengerahan mesin penggali dan peralatan berat lainnya untuk membantu upaya pencarian korban. Namun tampaknya, kedatangan peralatan berat dan mesin penggali ini ikut terhambat longsor.
Meskipun memiliki waktu bertahun-tahun untuk bersiap menghadapi gempa, pemerintah Nepal cenderung lamban dalam memetakan area rawan longsor. (nvc/ita)











































