Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyebut veto Rusia tersebut memalukan.
"Veto Rusia atas resolusi DK PBB untuk membentuk pengadilan guna mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman MH17 adalah memalukan," cetus Abbott dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara-negara seperti Australia, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat menuding pemberontak pro-Rusia telah menembak jatuh pesawat MH17 dengan rudal BUK yang dipasok Rusia. Namun Moskow membantah keterlibatan dan balik menyalahkan militer Ukraina.
Menurut Abbott, dengan memveto resolusi ini, Rusia akan semakin dituduh melindungi para pelaku.
"Rusia punya kesempatan untuk bergabung dengan komunitas internasional dalam upaya ini. Namun tindakannya malah meningkatkan keprihatinan bahwa Rusia melindungi para pelaku dan terus menyerang kedaulatan Ukraina," tandas Abbott.
Pesawat MH17 jatuh pada 17 Juli 2014 lalu setelah diserang rudal di atas wilayah konflik Ukraina Timur. Pesawat tersebut mengangkut 298 orang, yang sebagian besar merupakan warga Belanda.
(ita/ita)











































