Seperti dilansir AFP, Kamis (30/7/2015), pesawat dengan nomor penerbangan VA8 ini terpaksa terbang kembali ke LA pada Rabu (29/7) malam waktu setempat. Hal ini disebut oleh pihak maskapai, sebagai langkah pencegahan.
"Terdeteksi adanya sebuah retakan di kaca jendela bagian depan pesawat," demikian pernyataan pihak Virgin Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat kabar Brisbane, Courier Mail melaporkan, pesawat dengan rute Los Angeles-Brisbane ini baru 30 menit mengudara ketika retakan di kaca jendela depan pesawat tersebut muncul. Salah satu penumpang pesawat, Shari Price menuturkan kepada situs berita ninemsn mengenai situasi di pesawat saat insiden ini berlangsung.
"Saya pikir semua orang mulai merasa khawatir dalam pikiran masing-masing. Ketika kami mendarat, masalahnya terdengar lebih serius daripada saat pesawat masih mengudara, yang rupanya demi menjaga kami tetap tenang," ucapnya.
Pihak maskapai menyatakan, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Los Angeles tanpa insiden apapun. (nvc/ita)











































