Singa Terkenal Zimbabwe Dibunuh, Dokter Gigi AS Diburu

Singa Terkenal Zimbabwe Dibunuh, Dokter Gigi AS Diburu

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Jul 2015 10:23 WIB
Singa Terkenal Zimbabwe Dibunuh, Dokter Gigi AS Diburu
Foto: REUTERS/Eric Miller
Harare - Kematian seekor singa di Zimbabwe memicu kemarahan dan kesedihan publik. Seorang pemburu profesional diadili karena gagal mencegah seorang dokter gigi asal Amerika Serikat yang sengaja membunuh singa bernama 'Cecil' ini.

Cecil merupakan singa paling terkenal dan paling tua di Zimbabwe yang menjadi daya tarik Hwange National Park di Zimbabwe. Cecil yang merupakan singa jantan ini, juga menjadi fokus penelitian ahli binatang dan ilmuwan asal Oxford University. Dia dipasangi GPS agar mudah dilacak untuk penelitian.

Kematian Cecil sempat memicu hashtag #RIPCecilTheLion di media sosial Twitter, yang sebagian besar menyampaikan kesedihan atas kematian singa ini. Demikian seperti dilansir Reuters dan CNN, Kamis (30/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersangka utama pembunuh singa ini diidentifikasi sebagai seorang dokter gigi asal AS bernama Walter James Palmer yang membayar US$ 50 ribu untuk membunuh singa itu dan kini sudah meninggalkan Zimbabwe. Kepala Zimbabwe COnservation Task Force, Johnny Rodrigues menyatakan, Palmer menjadi buronan otoritas Zimbabwe.

Sedangkan seorang pemburu lokal bernama Theo Bronkhorst telah ditangkap dan tampil di pengadilan Hwange atas dakwaan gagal mengawasi, mengendalikan dan melakukan langkah yang bertanggung jawab untuk mencegah perburuan ilegal. Bronkhorst mengaku tak bersalah dan bebas setelah membayar jaminan US$ 1.000 dan menyerahkan paspornya. Dia akan diadili kembali pada 5 Agustus mendatang.

Seorang warga Zimbabwe lainnya, Honest Ndlovu yang merupakan pemilik tanah tempat Palmer membunuh singa Cecil juga dituding membantu Palmer. Namun Ndlovu baru akan diinterogasi dan belum dijerat dakwaan pidana. Jika terbukti bersalah membantu Palmer, Bronkhorst dan Ndlovu terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda US$ 20 ribu.

Dalam pernyataannya, Palmer mengakui dirinya memang membunuh singa Cecil namun bersikeras perburuan yang dilakukan sesuai hukum dan telah mendapat izin dari otoritas setempat. Palmer mengklaim dirinya telah membayar pemandu profesional yang memastikan dirinya mendapat izin berburu di Zimbabwe. Lebih lanjut, Palmer mengaku menyesal saat mengetahui singa yang dibunuhnya bukan singa biasa.

Namun publik tidak sepakat dengan klaim Palmer dan melampiaskan kekecewaannya via internet. "Ini menjijikkan. Saya harap Anda dilemparkan ke dalam kandang penuh singa lapar," tulis seorang pengguna internet, ulie Lu dalam halaman Facebook tempat praktek dokter gigi Palmer. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads