Pengadilan Rakyat Menengah Nomor Dua Shanghai memvonis mati Fan Jieming atas pembunuhan brutal pada Juni 2013. Pria China berumur 62 tahun itu dinyatakan bersalah telah membunuh empat rekan kerjanya, seorang sopir taksi dan seorang penjaga di barak militer.
Menurut surat kabar Shanghai Daily seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (29/7/2015), pembunuhan massal tersebut terjadi dalam waktu enam jam. Peristiwa tersebut bermula dari keributan dengan rekan-rekan kerja terdakwa mengenai bagaimana membagi material dan aset-aset lainnya dari pabrik kimia yang ditutup, tempat mereka bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak disebutkan apakah Fan akan mengajukan banding atas putusan mati ini. Sesuai hukum China, Mahkamah Agung negeri itu harus meninjau ulang vonis mati sebelum eksekusi dilaksanakan. (ita/ita)











































