Untuk kebaikan perkembangan fisik anak, Kementerian Pendidikan di Singapura telah bekerja sama dengan sekolah-sekolah agar para siswa tidak membawa tas yang terlalu berat ke sekolah, demikian dikutip dari edvantage, Rabu (15/1/2014) lalu.
Kebijakan itu termasuk agar pihak sekolah selalu mengingatkan anak-anak untuk membawa barang-barang yang dibutuhkan sesuai jadwal saja. Selain itu, pada beberapa sekolah, terdapat loker di kelas untuk menyimpan barang-barang kebutuhan siswa selama satu minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian telah menetapkan bahwa beban tas yang dibawa anak seharusnya tidak lebih dari 10 hingga 15 persen dari bobot tubuh. Artinya, anak dengan bobot 20 kilogram seharusnya tidak membawa tas dengan berat lebih dari dua atau tiga kilogram. Namun faktanya, beberapa anak masih mengalaminya.
Salah satu orangtua murid, Celine Tan, mengungkapkan saat itu, putrinya, Shane Wong yang kala itu masih berusia 6 tahun pada hari pertamanya masuk sekolah memasukkan beberapa peralatan sekolah ke dalam tasnya. Ketika menyandang tasnya yang berisi buku menyanyi, buku cerita, pensil warna, alat tulis, buku paket, buku tulis, berkas-berkas, dan sebotol air minum ke dalam tasnya, tubuh bocah itu jadi condong ke depan. Rupanya, beban pada tas punggunya terlalu berat.
"Tas itu beratnya 4,6 kilo dan ia tidak bisa berdiri sebagaimana mestinya," ungkap Celine Tan.
Untungnya tiga hari kemudian Shane dan teman-temannya tak perlu lagi membawa-bawa tas berat ke sekolah. Sekolah telah membahas masalah itu dan mencari jalan keluarnya. Mayoritas buku tetap ditinggal di sekolah sehingga anak-anak tidak perlu lagi membawa-bawa tas super berat.
Pada hari ketiga sekolah, beban yang dibawa Shane berkurang dua kilogram menjadi 2,6 kilo. Untuk mengurangi beban bawaan anak, guru meletakkan buku catatan dan buku tugas anak-anak di dalam loker atau kubikel di sekolah. Shane dan teman-temannya beruntung karena tas mereka semakin ringan.
Beberapa sekolah, termasuk Sekolah Dasar Alexandra, telah selangkah lebih maju. Demikian ungkap Chee Fui Fong, asisten dokter gigi yang anaknya bersekolah di Sekolah Dasar Alexandra. Pada dua hari pertama sekolah, anak-anak hanya membawa satu buku cerita, sebuah botol minum, dan alat tulis saja. Tas yang dibawa anak pun menjadi sangat ringan.
Nah, bagi Anda, para orangtua pembaca detikcom yang memiliki kegelisahan serupa mengenai berat beban tas sekolah anak Anda, bisa berbagi cerita ke redaksi@detik.com. Sertakan pula foto yang mendukung (penampakan tas atau tumpukan buku sekolah putra-putri Anda setiap hari) dan saran Anda pada sekolah dan pemerintah. (nwk/rvk)











































