Turki mengajukan permohonan untuk menggelar konsultasi mendesak dengan 27 negara anggota NATO di Brussels, Belgia setelah memutuskan untuk ikut bertempur melawan ISIS dengan serangan udara mereka.
"Turki meminta digelar pertemuan setelah serangan teroris baru-baru ini, dan juga memberitahu negara sekutu atas langkah-langkah yang dilakukannya," ucap wakil juru bicara NATO, Carmen Romero seperti dilansir Reuters, Selasa (28/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat dengan para Duta Besar NATO ini digelar sesuai dengan Pasal 4 piagam berdirinya NATO, yang mengizinkan salah satu negara anggota untuk meminta bantuan konsultasi dengan mitra sekutu lainnya, ketika dirasa keamanannya terancam.
Dalam wawancara dengan televisi setempat, ATV, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menyatakan NATO memahami niat Turki dengan benar dalam operasi melawan ISIS ini. Namun dukungan keamanan, lanjut Davutoglu, hanya akan diminta jika Turki sungguh memerlukannya.
Menurut pihak-pihak yang memahami pertemuan ini, Turki tidak meminta bantuan serangan udara maupun pengerahan tentara via darat dari sekutu NATO.
(nvc/ita)











































