Serangan udara tersebut dilancarkan pada Senin, 27 Juli waktu setempat di tengah gencatan senjata untuk alasan kemanusiaan yang diterapkan di Yaman.
Menurut sumber-sumber militer Yaman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/7/2015), pesawat-pesawat tempur koalisi Saudi membombardir posisi-posisi loyalis Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi di provinsi Lahj. Selain menewaskan 12 orang, setidaknya 30 orang lainnya luka-luka dalam serangan udara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baku tembak antara pemberontak Houthi dan pasukan pendukung pemerintah Hadi juga terjadi di sejumlah wilayah Yaman. Kontak senjata ini terjadi meskipun PBB menyerukan semua pihak untuk menghormati gencatan senjata, guna memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan rakyat Yaman.
Di provinsi-provinsi Taez, Lahj dan Dhaleh di Yaman selatan, pemberontak Houthi melancarkan serangan-serangan. Dalam serangan Houthi di kawasan pemukiman di Jebel Sabr di Taez, sempat terjadi baku tembak dengan pasukan loyalis Hadi. Menurut sumber militer, 11 pemberontak Houthi, lima warga sipil dan empat loyalis Hadi tewas dalam insiden itu. (ita/ita)










































