Penyebaran MERS di Korsel merupakan yang terbesar di luar negara asalnya, Arab Saudi dengan menginfeksi 186 orang dan pada puncaknya membuat nyaris 17 ribu orang dikarantina. Penyebaran MERS di Korsel berawal dari seorang pengusaha yang baru pulang dari Arab Saudi, pada Mei lalu.
"Ini merupakan penilaian pemerintah dan komunitas medis bahwa publik bisa lega," ujar Perdana Menteri Korsel, Hwang Kyo-ahn dalam rapat pemerintah soal kesehatan publik, seperti dilansir Reuters, Selasa (28/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli kesehatan menyebutkan, masa inkubasi virus MERS mencapai 2 minggu. Dengan tidak adanya kasus baru dalam dua minggu terakhir, maka otoritas Korsel percaya diri menyatakan wabah MERS telah berakhir.
Wabah MERS menjadi pukulan besar bagi perekonomian dan pariwisata Korsel, dengan para konsumen tinggal di rumah dan turis asing takut mengunjungi Korsel. Ribuan sekolah setempat terpaksa ditutup karena orang tua khawatir anaknya tertular saat di sekolah.
PM Hwang meminta publik untuk kembali ke kehidupan normal seperti biasanya. "Saya meminta publik untuk menghilangkan semua kekhawatiran soal MERS dan kembali pada aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas ekonomi, budaya, wisata dan sekolah," tandasnya. (nvc/ita)











































