Diberitakan media setempat dan dilansir AFP, Senin (27/7/2015), pembunuhan ini dilakukan sebagai pengorbanan untuk kesembuhan seorang remaja di desa yang sama. Ayah si remaja yang sakit membujuk bocah ini dengan sebungkus biskuit dan uang 50 rupee atau setara Rp 10 ribu.
Para pelaku dilaporkan menggorok leher korban atas arahan seorang dukun setempat, yang menyebut kesehatan si remaja bisa meningkat jika sang ayah melakukan kejahatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga desa mengatakan bocah itu tewas dibunuh dalam kasus tumbal manusia, karena para pelaku percaya takhayul dan sihir. Tapi kami tidak bisa mengkonfirmasi apapun hingga penyelidikan selesai," imbuhnya.
Media setempat, The Himalayan Times, menyebutkan bahwa salah satu pelaku telah mengakui kejahatannya. Pelaku ini juga meyakini bahwa anaknya sakit karena terkena mantra hantu yang hanya bisa ditaklukkan dengan daging manusia.
Keberadaan dukun maupun takhayul masih banyak dipercayai oleh warga Nepal, terutama yang tinggal di desa terpencil dengan akses terbatas pada pelayanan kesehatan. (nvc/nwk)











































