"Pesawat militer Turki melakukan tiga serangan terhadap posisi-posisi IS (nama lain ISIS) di Provinsi Aleppo, menewaskan sembilan orang... dan melukai 12 orang lainnya," terang Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, seperti dilansir AFP, Sabtu (25/7/2015). Syrian Observatory for Human Rights merupakan organisasi pemantau konflik di Suriah.
Menurut Syrian Observatory, pesawat perang Turki mengenai posisi ISIS di kota Jarablus, yang ada di perbatasan Turki dan mengenai sebuah truk yang membawa banyak senapan mesin. Operasi militer Turki terhadap ISIS ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak ISIS merajalela di Suriah dan Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turki menggunakan Joint Direct Attack Munition (JDAM), sebuah sistem yang membantu bom untuk menemukan target mereka. Pesawat Turki menyerang tiga target yang dikuasai ISIS di Suriah. Serangan itu diklaim mengenai target di dalam wilayah Suriah, bahkan hingga sejauh 14 kilometer dari perbatasan.
Target yang dimaksud ialah sebuah gedung tiga lantai di area El Tabiye, yang biasa digunakan untuk tempat pertemuan ISIS di Suriah. Gedung itu terletak sejauh 14 kilometer dari perbatasan Turki.
Dua target lainnya adalah sebuah markas ISIS di distrik El Zahiriye yang berjarak 11,5 kilometer dari perbatasan dan juga sebuah gedung markas ISIS lainnya di wilayah Burgi, yang berjarak 4 kilometer dari perbatasan Turki. Β
Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu menyatakan serangan udara itu sukses 100 persen. (nvc/gah)











































