Seperti dilansir AFP, Jumat (24/7/2015), kepolisian Kent, Inggris dipanggil untuk datang ke stasiun Folkestone, Inggris bagian tenggara setelah ada laporan penemuan sesosok jasad berjenis kelamin laki-laki. "Diyakini masih remaja," demikian pernyataan kepolisian Kent.
"Penyelidikan masih berlangsung untuk mencari penyebab kematiannya," imbuh pernyataan kepolisian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Eurotunnel kerap menyebut penundaan jadwal kereta melalui Channel Tunnel dipicu oleh aktivitas imigran yang besar di stasiun Prancis. Beberapa minggu terakhir, sejumlah imigran ditemukan tewas di terowongan tersebut setelah nekat menumpang kereta barang maupun berjalan di sepanjang rel bawah tanah demi mencapai Inggris.
Catatan Kementerian Dalam Negeri Inggris menyebut ada lebih 8 ribu upaya nekat para imigran menyeberang perbatasan Prancis-Inggris melalui Channel Tunnel selama periode enam minggu pada Juni dan Juli lalu. Aktivitas para imigran ini sangat berbahaya dan menganggu lalu lintas.
Pihak Eurotunnel telah memasang banyak poster peringatan bahaya masuk secara ilegal ke Inggris melalui terowongan tersebut. Situasi ini memicu ketegangan antara pemerintah Inggris dan Prancis.
"Ini menjadi peringatan, jika memang diperlukan, bahwa setiap upaya untuk menyeberang (melalui terowongan itu) sungguh berbahaya. Kami menegaskan seruan kami kepada otoritas terkait untuk menangani situasi di Calais," tegas juru bicara Eurotunnel. (nvc/nwk)











































