Hal ini disampaikan Davutoglu kepada para wartawan dalam konferensi pers di Ankara seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (24/7/2015).
Dikatakan Davutoglu, sejauh ini sudah 297 orang yang ditangkap dalam operasi besar-besaran yang digelar di berbagai wilayah Turki. Mereka termasuk 37 warga asing. Namun tidak dirinci asal negara ke-37 warga asing tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kantor berita Dogan melaporkan, polisi menggerebek alamat-alamat di sejumlah distrik Istanbul dan wilayah lainnya untuk mencari anggota ISIS, Partai Pekerja Kurdi (PKK) dan kelompok militan lainnya. Bahkan di Istanbul saja, 140 alamat digerebek di 26 distrik dalam operasi penangkapan yang melibatkan sekitar 5 ribu polisi tersebut.
Operasi penangkapan ini dilakukan setelah serangan bom bunuh diri di Suruc, sebuah kota Turki di perbatasan Suriah pada Senin, 20 Juli lalu. Sebanyak 32 orang tewas dalam serangan yang diklaim ISIS tersebut.
Kemudian dua polisi tewas ditembak di wilayah tenggara Turki, dekat perbatasan Suriah pada Rabu, 29 Juli lalu. Sayap militer PKK mengklaim penembakan itu sebagai pembalasan atas pengeboman di Suruc.
Kemudian pada Kamis, 23 Juli kemarin, seorang polisi tewas dalam serangan di kota Diyarbakir yang penduduknya mayoritas Kurdi. (ita/ita)











































