Seperti dilansir CNN, Jumat (24/7/2015), pria Korsel yang diidentifikasi sebagai Lee ini ditangkap pada 16 Juli lalu. Namun baru diumumkan otoritas Korsel pada Jumat (24/7) waktu setempat.
Menurut penyidik Korsel, Lee yang berusia 30 tahun ini merupakan pengangguran dan hidup menutup diri dengan hanya sedikit interaksi dengan orang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada komputer Lee, polisi Korsel menemukan draf dari pesan berisi ancaman pembunuhan itu. Kepada polisi, Lee membantah tudingan ini.
Otoritas AS menyambut baik penangkapan Lee ini. "Kami mengapresiasi tindakan cepat otoritas Korea dalam mengidentifikasi dan menangkap tersangka," ucap juru bicara Kedubes AS untuk Korsel, Nida Emmons kepada CNN.
Dubes AS untuk Korsel, Mark Lippert sendiri tidak terpengaruh dengan adanya ancaman pembunuhan ini. Dubes Lippert kini dalam pengamanan ketat usai insiden penikaman pada 5 Maret lalu. Saat itu, Dubes Lippert yang menghadiri acara Dewan Rekonsiliasi dan Kerjasama Korea diserang dengan pisau hingga mengalami luka di bagian wajah dan dagu, serta lengannya. Pelaku penyerangan telah ditangkap dan segera diadili. (nvc/ita)











































