Seperti dilansir Reuters, Jumat (24/7/2015), penembakan ini terjadi saat pemutaran film 'Train Wreck' digelar di bioskop Lafayette tersebut pada Kamis (24/7) malam, sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Motif penembakan belum diketahui pasti.
Wakil Presiden Acadian Ambulance, Clay Henry menyatakan, korban luka dilarikan ke tiga rumah sakit lokal. Acadian Ambulance merupakan perusahaan ambulans setempat yang membantu menangani korban penembakan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saksi mata Katie Domingue menuturkan kepada surat kabar lokal, Advertiser bahwa pelaku penembakan merupakan pria kulit putih yang sudah berumur. Menurut Domingue, pelaku berdiri di tengah bioskop dan melepas tembakan.
"Pelaku tidak mengatakan apapun. Saya tidak mendengar ada yang berteriak," ucapnya.
Saksi mata lainnya, Keifer Sanders menuturkan kepada CNN bahwa saat kejadian, ada sekitar 100 orang di dalam bioskop tersebut.
"Doa untuk Lafayette at Grand Theater. Masih membahas soal penembakan di Lafayette dengan kolonel polisi negara bagian," terang Gubernur Louisiana, Bobby Jindal via akun Twitter-nya.
Lafayette merupakan kota dengan penduduk sekitar 120 ribu orang, yang terletak sejauh 90 kilometer dari Baton Rouge, ibukota negara bagian Louisiana. (nvc/ita)











































