Shlomo dan Nahman Twito yang masih kakak-beradik ini, dijatuhi vonis masing-masing 2 tahun penjara dan 2,5 tahun penjara oleh pengadilan Israel. Keduanya dinyatakan bersalah mendalangi serangan pada 29 November 2014 lalu. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (23/7/2015).
Mereka membakar sebuah ruang kelas di sekolah Hand in Hand dan menuliskan kata-kata 'Kematian untuk Arab' di salah satu dinding sekolah tersebut. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 600 anak bersekolah di sekolah Hand in Hand, mulai dari playgroup hingga sekolah menengah. Terdapat sejumlah murid Yahudi dan Arab yang sama di sekolah ini. Hanya terdapat empat sekolah lainnya dengan murid campuran semacam ini di wilayah Israel.
Pengadilan Distrik Yerusalem menjatuhkan vonis bersalah atas pengakuan kakak-beradik tersebut. Keduanya tersenyum ketika dibawa pergi oleh polisi usai pembacaan vonis pada Rabu (22/7) waktu setempat.
Semenjak perundingan damai antara Israel dan Palestina terhenti setahun lalu, kekerasan di masyarakat semakin membara. Otoritas keamanan Israel beberapa kali melakukan operasi untuk memberantas tindak kriminal anti-Arab. (nvc/ita)











































