2 Pemuda Israel Dipenjara Atas Pembakaran Sekolah di Yerusalem

2 Pemuda Israel Dipenjara Atas Pembakaran Sekolah di Yerusalem

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 17:50 WIB
2 Pemuda Israel Dipenjara Atas Pembakaran Sekolah di Yerusalem
Ilustrasi (Getty Images/Thinkstock)
Yerusalem - Pengadilan Israel mengadili dua pemuda dari komunitas Yahudi atas kasus pembakaran sekolah di Yerusalem. Sekolah bagi warga keturunan Yahudi maupun warga Arab tersebut menjadi simbol langka keberadaan dua kelompok berbeda.

Shlomo dan Nahman Twito yang masih kakak-beradik ini, dijatuhi vonis masing-masing 2 tahun penjara dan 2,5 tahun penjara oleh pengadilan Israel. Keduanya dinyatakan bersalah mendalangi serangan pada 29 November 2014 lalu. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (23/7/2015).

Mereka membakar sebuah ruang kelas di sekolah Hand in Hand dan menuliskan kata-kata 'Kematian untuk Arab' di salah satu dinding sekolah tersebut. Tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Otoritas Israel mengidentifikasi Shlomo dan Nahman Twito sebagai pemuda berusia 21 tahun dan 19 tahun yang tinggal di pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok anti-Arab, Lehava. Kelompok ini telah membantah terlibat dalam aksi pembakaran itu.

Lebih dari 600 anak bersekolah di sekolah Hand in Hand, mulai dari playgroup hingga sekolah menengah. Terdapat sejumlah murid Yahudi dan Arab yang sama di sekolah ini. Hanya terdapat empat sekolah lainnya dengan murid campuran semacam ini di wilayah Israel.

Pengadilan Distrik Yerusalem menjatuhkan vonis bersalah atas pengakuan kakak-beradik tersebut. Keduanya tersenyum ketika dibawa pergi oleh polisi usai pembacaan vonis pada Rabu (22/7) waktu setempat.

Semenjak perundingan damai antara Israel dan Palestina terhenti setahun lalu, kekerasan di masyarakat semakin membara. Otoritas keamanan Israel beberapa kali melakukan operasi untuk memberantas tindak kriminal anti-Arab. (nvc/ita)


Berita Terkait