Dianggap Lalai Tangani Kasus Seks Anak, Pejabat Tinggi PBB Mundur

Dianggap Lalai Tangani Kasus Seks Anak, Pejabat Tinggi PBB Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 15:36 WIB
Dianggap Lalai Tangani Kasus Seks Anak, Pejabat Tinggi PBB Mundur
Flavia Pansieri (Pierre Albouy/REUTERS)
Jenewa - Seorang pejabat tinggi PBB mengundurkan diri di tengah skandal kelalaian penanganan kekerasan seks anak. Pejabat tinggi PBB ini menangani laporan kasus tersebut tidak sesuai prosedur yang berlaku dalam tubuh PBB.

Flavia Pansieri yang menjabat orang nomor dua pada Kantor Komisioner Tinggi untuk HAM PBB ini resmi mengundurkan diri dari jabatannya dengan alasan kesehatan. Pansieri sudah tiga tahun menjabat Komisioner Tinggi HAM PBB.

"Saya bisa memastikan bahwa Flavia Pansieri telah mengundurkan diri dan dia menyebut alasan kesehatan mendasari pengunduran dirinya," tutur juru bicara PBB Vannina Maestracci, seperti dilansir AFP, Kamis (23/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengunduran diri Pansieri terjadi di tengah kritikan yang mengarah kepada PBB soal penanganan laporan praktik kekerasan seks terhadap anak-anak di Republik Afrika Tengah (CAR) yang dianggap tidak tegas.

Pansieri mendapatkan laporan soal kekerasan seks yang dilakukan tentara Prancis di CAR pada musim panas tahun 2014, atau jauh lebih dulu sebelum laporan itu dirilis ke publik. Disebutkan bahwa puluhan tentara Prancis melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak, yang paling muda berusia 8 tahun, yang mengemis makanan kepada mereka.

Cara PBB menangani laporan kekerasan seks anak ini menuai kritikan keras dari sejumlah organisasi kemanusiaan. Seorang diplomat Swedia yang bekerja untuk Komisioner HAM PBB yang menangani laporan ini, telah dijatuhi hukuman karena tidak menghormati protokol yang berlaku dalam PBB.

Amerika Serikat dan beberapa lembaga kemanusiaan dunia menyerukan kepada PBB untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap setiap skandal seks. Bulan lalu, PBB sendiri membentuk komisi independen untuk melakukan kajian internal. Secara terpisah, otoritas Prancis juga menyelidiki laporan kekerasan seks di CAR ini. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads