Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menjadi pihak yang dicurigai berada di balik serangan bom bunuh diri yang mengguncang kota Suruc pada Senin (20/7) waktu setempat. Milisi Kurdi menganggap kedua polisi Turki itu bekerja sama dengan ISIS dalam serangan itu.
Milisi Kurdi yang dikenal dengan nama Partai Pekerja Kurdi (PKK) dikategorikan sebagai kelompok teroris, baik oleh otoritas Turki maupun oleh negara-negara Barat sekutu Turki. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (23/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayap militer PKK dengan terang-terangan mengklaim bertanggung jawab atas kematian dua polisi Turki itu. Menurut mereka, pembunuhan dua polisi Turki itu merupakan aksi balas dendam.
"Hukuman yang dilakukan... sebagai balasan atas pembantaian di Suruc," demikian pernyataan sayap militer PKK, sembari menuding dua polisi Turki yang dibunuhnya sengaja bekerja sama dengan ISIS.
Klaim PKK ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya pertempuran di Suriah, hingga ke wilayah Turki. Di Ankara, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu menggelar rapat dengan kabinetnya untuk membahas langkah memperkuat keamanan di perbatasan setelah ledakan bom mengguncang Suruc. (nvc/ita)











































