Gadis Inggris Tewas Saat Bungee Jumping dari Jembatan di Spanyol

Gadis Inggris Tewas Saat Bungee Jumping dari Jembatan di Spanyol

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 06:42 WIB
Gadis Inggris Tewas Saat Bungee Jumping dari Jembatan di Spanyol
Foto: BBC
London - Seorang perempuan asal London, Inggris bernama Kleyo De Abreu tewas saat melakukan bungee jumping di Spanyol. Kleyo berada di Spanyol untuk liburan bersama bibinya.

Kleyo melakukan bungee jumping di Jembatan Tablate, Lanjaron, Granada. Juru bicara kepolisian setempat mengatakan bahwa bibinya menyaksikan langsung saat Kleyo melompat dan tragedi itu terjadi. Demikian dilansir BBC, Kamis (23/7/2015).

Kantor Luar Negeri Inggris mengkonfirmasi kematian gadis berusia 23 tahun ini. "Kami bekerja sama dengan pihak berwenang Spanyol dan telah menghubungi keluarga untuk menawarkan dukungan di saat yang sulit ini," demikian penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara dari Guardia Civil (kepolisian nasional Spanyol) masih menyelidiki penyebab kematian Kleyo. Pihaknya juga sedang mencoba memastikan apakah bungee jumping yang dilakukan Kleyo diatur oleh perusahaan

"Meskipun terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang penyebab kematian, salah satu hasil penyelidikan adalah bahwa ada kesalahan perhitungan dengan tali," kata juru bicara tersebut.

Ada dua jembatan di lokasi tewasnya Kleyo. Yang pertama adalah jembatan modern yang merupakan lokasi melakukan bungee jumping. Yang kedua adalah jembatan Roma kuno yang ada di bawahnya.

Mahasiswa jurusan fashion dari Brixton ini diyakini menabrak jembatan yang ada di bawah saat loncat dari jembatan modern yang ada di atasnya sehingga menyebabkan luka parah. Jembatan Tablate adalah salah satu lokasi yang populer untuk bungee jumping.

Kleyo berada di sisi selatan Spanyol untuk menemui bibi dan sepupunya setelah liburan di Maroko. Sang ayah, Bernard Atwell mengatakan bahwa keluarganya kaget saat mendengar kabar kematian gadis yang dikenal manis, perhatian dan penuh semangat ini.

"Putriku sudah pergi dan tidak ada yang bisa membawanya kembali. Saya sudah bicara dengan keluarga dan kami sepakat bahwa kami tidak ingin hal seperti ini terulang kembali," ucap Atwell. (imk/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads