Seperti dilansir Reuters, Rabu (22/7/2015), kasus ini berawal ketika Sandra Bland (28) yang berasal dari Chicago dihentikan polisi saat mengemudikan mobilnya di Prairie View, Texas pada 10 Juli lalu. Penyebabnya, saat itu Bland tidak memberi tanda saat berpindah jalur.
Dalam rekaman video kamera pada dasbor mobil polisi yang menghentikan Bland, terlihat polisi bernama Brian Encinia mendekati mobil Bland dan bertanya apakah Bland merasa kesal karena dihentikan polisi. Saat itu, Bland menjawab dirinya marah karena dihentikan polisi hanya karena pelanggaran ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bland akhirnya ditangkap oleh polisi Encinia dan dijerat dakwaan menyerang polisi. Rekaman video berdurasi 52 menit ini akhirnya dirilis oleh Departemen Keselamatan Publik Texas setelah kematian Bland menjadi perdebatan publik.
Tiga hari setelah ditangkap atau pada 13 Juli, Bland ditemukan tewas tergantung di dalam selnya, dengan plastik kantong sampah menjerat lehernya. Dugaan awal menyebut Bland tewas bunuh diri di dalam selnya, namun keluarga Bland meyakini wanita itu tidak menghabisi nyawanya sendiri.
Menurut keluarganya, Bland tengah berjuang melawan depresi yang dideritanya dan sangat bersemangat untuk memulai bekerja di kampus almamaternya, Prairie View A&M University.
Jaksa Waller County, Elton Mathis menyatakan pihaknya menyelidiki kasus ini sebagai kasus pembunuhan. Sang polisi, Encinia telah dimutasi ke tugas administrasi karena melanggar protokol penangkapan.
Insiden ini memicu aksi protes warga di luar penjara tempat Bland ditemukan tewas. Bahkan kematian Bland disebut-sebut sebagai bentuk praktik rasialisme terbaru yang marak dilakukan kepolisian AS. Polisi Encinia merupakan polisi kulit putih, sedangkan Bland seorang wanita kulit hitam. (nvc/mad)










































