Presiden Iran Sebut Kesepakatan Nuklir Kemenangan Politik Bagi Negaranya

Presiden Iran Sebut Kesepakatan Nuklir Kemenangan Politik Bagi Negaranya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Jul 2015 17:59 WIB
Presiden Iran Sebut Kesepakatan Nuklir Kemenangan Politik Bagi Negaranya
rakyat Iran merayakan kesepakatan nuklir (Reuters)
Teheran, -

Setelah negosiasi bertahun-tahun lamanya, kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara kekuatan dunia akhirnya tercapai. Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut kesepakatan ini sebagai kemenangan politik bagi negaranya.

Menurut Rouhani, kesepakatan ini berarti Teheran tak akan lagi dianggap sebagai ancaman internasional.

"Tak ada yang bisa menyebut Iran menyerah. Kesepakatan ini merupakan kemenangan legal, teknis dan politis bagi Iran," tutur Rouhani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebuah pencapaian karena Iran tak akan lagi disebut ancaman dunia," tandasnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/7/2015).

Menyusul pertemuan secara marathon di Wina, Austria, Iran dan enam kekuatan dunia -- Amerika Serikat, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman akhirnya mencapai kesepakatan pada Selasa, 14 Juli. Keenam negara tersebut telah mencapai kesepakatan dengan Iran dalam mengurangi kegiatan nuklir negara itu, dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi internasional.

Menurut para diplomat, perjanjian itu mencakup aturan mengenai pengawasan lokasi fasilitas nuklir di Iran sehingga pengawas PBB dapat meninjau lokasi militer, meski Iran bisa saja menentang pemberian akses.

Kesepakatan ini dimaksudkan untuk memastikan Iran tidak mengembangkan bom nuklir. Pemerintah Iran selama ini membantah tuduhan Barat bahwa program nuklir sipilnya merupakan dalih untuk memproduksi senjata nuklir.

"Tak ada kesepakatan yang sempurna. Akan selalu ada kompromi," ujar Rouhani di depan para menteri kabinet Iran.

"Sangat sulit untuk mempertahankan sejumlah garis merah kita. Ada waktu saat kita ragu akan tercapainya kesepakatan. Ini kesepakatan bersejarah dan rakyat Iran akan bangga dengan ini hingga generasi-generasi mendatang," tandas Rouhani.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads