Menurut media pemerintah, China Radio International seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (15/7/2015), para pegawai pertahanan itu diduga menjual rahasia mengenai pengujian, produksi dan penggunaan senjata mutakhir, berteknologi tinggi. Media tersebut mengutip badan keamanan negara di provinsi Sichuan.
Disebutkan bahwa keempat orang itu tidak saling mengenal satu sama lain meski mereka bekerja di perusahaan yang sama. Tidak disebutkan badan intelijen asing mana yang telah mendapatkan informasi rahasia tersebut. Namun media lokal melaporkan, agen-agen spionase asing telah mendekati keempat orang itu via media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hukum mengenai rahasia negara di China mencakup secara luas, mulai dari data industri hingga tanggal kelahiran para pemimpin negara. Dalam kasus yang berat, pencurian rahasia negara bisa dikenai hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
(ita/ita)











































