Upaya penyelamatan ini merupakan yang pertama kali dilakukan Myanmar sejak Mei lalu, ketika kapal militer Myanmar menemukan sebuah kapal berisikan lebih dari 700 imigran gelap di Laut Andaman. Demikian seperti dilansir Reuters, Selasa (14/7/2015).
Media nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar melaporkan sebanyak 102 imigran tersebut ditemukan pada akhir Juni lalu. Saat ditemukan, mereka sudah menghabiskan nyaris 1 bulan di Pulau Taninthayi, yang merupakan pulau paling selatan di Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angkatan laut melakukan pencarian di area tersebut dan korban akan dipulangkan ke rumah mereka," terang Global New Light of Myanmar.
Menanggapi hal ini, pihak Kedutaan Besar Bangladesh di Yangon menyatakan belum dihubungi otoritas Myanmar soal imigran-imigran yang disebut berasal dari Bangladesh tersebut.
"Kami baru mengetahui kabarnya dari media. Kami belum mendapat konfirmasi apapun dari Kementerian Luar Negeri," ucap Wakil Dubes Bangladesh, Tareque kepada Reuters. (nvc/try)











































