Netanyahu Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Kesalahan Bersejarah

Netanyahu Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Kesalahan Bersejarah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Jul 2015 17:32 WIB
Netanyahu Sebut Kesepakatan Nuklir Iran Kesalahan Bersejarah
PM Netanyahu (Reuters)
Tel Aviv, - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kecaman terhadap kesepakatan nuklir yang baru dicapai antara Iran dan negara-negara besar dunia. Pemimpin negeri Yahudi itu menyebut kesepakatan tersebut sebagai kesalahan bersejarah.

"Iran akan mendapat jalur pasti menuju senjata nuklir. Banyak larangan yang seharusnya bisa mencegah Iran ke arah itu, akan dicabut," ujar Netanyahu seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (14/7/2015).

"Iran akan mendapat hadiah besar, keuntungan uang tunai ratusan miliar dolar, yang akan membuatnya mampu meneruskan agresinya dan teror di wilayah ini dan di dunia. Ini kesalahan buruk dengan proporsi bersejarah," cetusnya di awal pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders di Yerusalem.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perundingan antara negara-negara besar dan Iran mengenai program nuklir negara itu akhirnya mencapai kesepakatan. Negosiasi yang berlangsung di Wina, Austria itu diikuti utusan dari Iran dan enam negara besar: Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan China.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyambut kesepakatan itu dan menyatakan, hal ini akan membuka "horison baru" dan berarti "krisis yang tak perlu ini" telah selesai.

Dalam perundingan di Wina tersebut, Amerika Serikat dan mitra-mitranya menyatakan, sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran akan dicabut apabila negara itu bersedia menerapkan sejumlah langkah yang mencegah negara itu mengembangkan bom nuklir. Pemerintah Iran selama ini telah berulang kali menegaskan tidak pernah berniat memproduksi senjata nuklir.

Kelompok enam negara tersebut dan Iran telah menggelar negosiasi maraton guna mewujudkan kesepakatan, dan sebelumnya gagal memenuhi tenggat waktu.

Di antara persoalan utama yang mengganjal pembicaraan adalah inspeksi tim internasional di tempat-tempat non-nuklir di Iran, pencabutan sanksi, dan bagaimana memverifikasi kepatuhan Iran.

(ita/ita)


Berita Terkait