Presiden Iran Hassan Rouhani menyambut kesepakatan tersebut dan menyatakan, hal ini akan membuka "horison baru" dan berarti "krisis yang tak perlu ini" telah selesai. Demikian disampaikan Rouhani dalam pesannya via akun Twitternya seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/7/2015).
Pesan itu disampaikan Rouhani setelah pengumuman yang disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Wina. "Kita kini memulai babak harapan baru," tuturnya.
Sejak terpilih pada tahun 2013, Rouhani telah berupaya untuk mengakhiri perseteruan dengan negara-negara Barat mengenai program nuklir Iran. Termasuk soal sanksi-sanksi internasional yang telah melumpuhkan perekonomian Iran.
Dalam perundingan di Wina, Amerika Serikat dan mitra-mitranya menyatakan, sanksi ekonomi yang diberlakukan terhadap Iran akan dicabut apabila negara itu bersedia menerapkan sejumlah langkah yang mencegah negara itu mengembangkan bom nuklir. Pemerintah Iran selama ini telah berulang kali menegaskan tidak pernah berniat memproduksi senjata nuklir.
Kelompok enam negara tersebut dan Iran telah menggelar negosiasi maraton guna mewujudkan kesepakatan, dan sebelumnya gagal memenuhi tenggat waktu.
Di antara persoalan utama yang mengganjal pembicaraan adalah inspeksi tim internasional di tempat-tempat non-nuklir di Iran, pencabutan sanksi, dan bagaimana memverifikasi kepatuhan Iran. (ita/ita)











































