Hal tersebut disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights yang mendapatkan laporan dari sumber-sumber di lapangan.
"Sepuluh jasad yang hangus telah ditemukan, sehingga jumlah korban tewas dalam bombardir itu menjadi 23 orang," ujar kepala Observatory, Rami Abdel Rahman seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Observatory menyatakan, 13 orang tewas dalam serangan udara di provinsi Aleppo pada Senin, 13 Juli tersebut. Korban tewas termasuk tujuh wanita dan seorang anak. Sebanyak 40 orang lainnya luka-luka dalam serangan udara itu.
Disebutkan Observatory, salah satu tempat yang dibombardir pasukan Suriah tersebut adalah pasar yang menjual minyak.
Sebelumnya pada Sabtu, 11 Juli waktu setempat, 34 orang tewas akibat serangan serupa oleh militer Suriah di Al-Bab. Sebagian besar korban tewas adalah warga sipil, termasuk tiga anak-anak.
Rezim Suriah kerap membombardir Al-Bab, yang telah dikuasai ISIS sejak awal tahun 2014. Kota tersebut telah beberapa kali menjadi target serangan udara Amerika Serikat dan koalisi dalam memerangi ISIS.
(ita/ita)










































