"Ketika polisi mengejar tersangka teroris, empat teroris bersenjatakan pisau melawan saat akan ditangkap. Polisi melepas tembakan setelah teroris itu mengabaikan peringatan," demikian keterangan Biro Keamanan Publik Shenyang dalam akun microblog-nya, seperti dilansir Reuters, Selasa (14/7/2015).
Otoritas Shenyang menyebut keempat orang itu sebagai 'teroris Xinjiang' seperti mereka biasa menyebut warga etnis muslim Uighur di Xinjiang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika polisi berusaha masuk untuk memeriksanya, empat teroris mengenakan penutup kepala sambil memegang pisau dan meneriakkan 'jihad' langsung menyerang polisi," demikian dilaporkan Beijing News.
Tiga anak-anak dan seorang wanita yang ada di dalam rumah di wilayah Hotan, Xinjiang tersebut ikut diamankan oleh polisi. Namun beberapa saat kemudian, pernyataan otoritas Shenyang itu dihapus dari akun microblog resmi mereka.
Kepolisian Shenyang menyatakan tidak ada warga sipil yang tewas maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Mereka enggan memberikan informasi detail soal penggerebekan tersebut.
Shenyang yang merupakan ibukota Provinsi Luaoning terletak sejauh 3 ribu kilometer dari Urumqi, ibukota Xinjiang yang menjadi tempat tinggal mayoritas warga muslim Uighur di China. (nvc/ita)











































