Guzman yang memimpin kartel narkoba Sinaloa yang berpengaruh di Meksiko itu, juga menghadapi dakwaan penyelundupan narkoba dan kejahatan terorganisir oleh otoritas AS. Komisi Kejahatan Chicago sempat menyebutkan sebagai 'Public Enemy Number One' atau musuh masyarakat nomor satu.
"Penangkapan segera oleh otoritas Meksiko merupakan prioritas, baik bagi Meksiko maupun pemerintah AS," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Selasa (14/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guzman melarikan diri dari penjara Altiplano yang memiliki keamanan ketat pada Sabtu (11/7) melalui terowongan bawah tanah sepanjang 1,5 kilometer. Dilihat dari jalur dan cara kabur dari penjara, diduga ada orang dalam yang membantu Guzman.
Insiden ini merupakan kedua kalinya Guzman kabur dari penjara dalam 14 tahun terakhir. Bos kartel narkoba Sinaloa yang jaringannya tersebar luas di seluruh dunia ini, pertama kali kabur dari penjara pada tahun 2001 lalu. Guzman baru bisa ditangkap dan dijebloskan lagi ke penjara pada Februari 2014 lalu. Tapi baru 17 bulan mendekam di penjara, Guzman berhasil kabur lagi dan memberikan pukulan telak bagi otoritas Meksiko.
Usai Guzman ditangkap lagi pada 2014 lalu, otoritas jaksa AS sempat meminta agar dia diekstradisi ke AS. Namun saat itu, Meksiko bersikeras agar Guzman diadili di Meksiko terlebih dahulu sebelum diadili di AS.
Jaksa Agung AS Loretta Lynch menyatakan, otoritas AS merasa prihatin terhadap Meksiko atas kaburnya Guzman. AS, menurut Lynch, menawarkan bantuan kepada Meksiko demi penangkapan Guzman dengan segera. (nvc/ita)










































