Setidaknya 1.925 orang di wilayah Filipina selatan, kebanyakan anak-anak sekolah, sakit setelah memakan permen murah rasa buah-buahan. Sebanyak 66 orang di antaranya saat ini masih dirawat di rumah sakit. Demikian disampaikan juru bicara Departemen Kesehatan Filipina Lyndon Lee Suy seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2015).
"Para pakar sedang berupaya menyelidiki dan mempertimbangkan semua kemungkinan penyebabnya. Bisa disengaja, bisa juga karena kesalahan penanganan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembilan pria dan wanita yang menjual permen itu telah ditangkap polisi. Media lokal GMA Network melaporkan tujuh dari sembilan penjual itu adalah bekas siswa yang dikeluarkan dari sekolah.
Walau para penjual membantah adanya niat meracuni, polisi memeriksa sampel permen rasa durian, mangga dan manggis tersebut. Tes diperlukan untuk menentukan apakah permen itu telah diberi racun atau sudah kedaluwarsa. (ita/ita)











































