"Saya pikir, al-Sisi merupakan seorang pemimpin yang hebat," puji PM Renzi dalam wawancara dengan televisi Al-Jazeera seperti dilansir AFP, Senin (13/7/2015).
"Biarkan saya bicara jujur. Dalam masa seperti ini, Mesir hanya akan bisa diselamatkan oleh kepemimpinan al-Sisi," imbuhnya dalam bahasa Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini posisi pribadi saya dan saya bangga atas pertemanan saya dengan beliau dan saya akan mendukungnya dalam arah ke perdamaian karena Mediterania tanpa Mesir hanya akan menjadi tempat tanpa kedamaian," sebut PM Renzi.
Saat berbicara kepada al-Sisi pada Sabtu (11/7) sesaat setelah pengeboman, PM Renzi menyatakan kedua negara akan bahu-membahu dalam perjuangan melawan terorisme dan fanatisme. Serangan bom tersebut merupakan serangan pertama terhadap misi diplomatik asing di Mesir, semenjak militan setempat menyerukan perlawanan terhadap militer dan polisi Mesir.
Saat ditanya surat kabar La Repubblica tentang mengapa Konsulat Italia yang menjadi target serangan, PM Renzi enggan berkomentar dan menebak-nebak. "Serangan semacam ini memiliki aspek target acak, untuk menunjukkan kemampuan logistik yang dalam mengenai negara Barat," jawabnya. (nvc/ita)











































