Awal bulan ini, diumumkan bahwa landasan baru akan dibangun di kompleks bandara dan hal ini memicu kekecewaan warga setempat maupun kelompok aktivis perubahan iklim yang memang melawan ekspansi bandara. Para aktivis ini masuk dengan memotong pagar pembatas bandara dan merantai diri mereka bersama-bersama di salah satu landasan yang ada di bagian utara Bandara Heathrow tersebut. Aksi ini tentu mengganggu aktivitas penerbangan.
"Kedua landasan masih dibuka meskipun masih akan ada penundaan dan beberapa pembatalan (penerbangan) -- kami meminta maaf atas gangguan yang dialami penumpang. Prioritas utama kami tetap untuk memastikan keselamatan operasional bandara," demikian pernyataan pihak Bandara Heathrow seperti dilansir Reuters, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para aktivis berargumen bahwa menambah landasan baru seperti di Bandara Heathrow hanya akan meningkatkan emisi karbon. "Membangun lebih banyak landasan bertentangan dengan segala hal yang diberitahukan oleh ilmuwan dan para ahli perubahan iklim," tutur salah satu aktivis Ella Gilbert yang ikut dalam aksi tersebut, seperti dikutip Plane Stupid dalam pernyataan mereka.
"Ini akan meningkatkan emisi karbon secara besar-besaran, padahal kita perlu menguranginya secara besar-besaran, itulah mengapa kami ada di sini," imbuhnya.
Perdana Menteri David Cameron akan mengumumkan keputusan akhir soal rencana pembangunan landasan ketiga di Bandara Heathrow yang memakan dana 23 miliar poundsterling atau setara Rp 474 triliun, pada akhir tahun ini. Rencana ekspansi sebelumnya dibatalkan tahun 2010 lalu, karena masalah lingkungan. (nvc/ita)










































