Serangan Udara Arab Saudi Tewaskan 21 Warga Sipil di Yaman

Serangan Udara Arab Saudi Tewaskan 21 Warga Sipil di Yaman

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 14:23 WIB
Serangan Udara Arab Saudi Tewaskan 21 Warga Sipil di Yaman
Dampak akibat serangan udara Arab Saudi di Yaman (Reuters)
Sanaa - Serangan udara koalisi Arab Saudi menewaskan 21 warga sipil di ibukota Sanaa, Yaman. Serangan udara ini terjadi saat gencatan senjata untuk kemanusiaan yang dicetuskan PBB, namun tidak diakui Saudi.

"Tiga rudal menargetkan pemukiman, menghancurkan 15 rumah dan menewaskan 21 orang serta melukai 45 orang lainnya," tutur salah satu warga Sanaa seperti dilansir Reuters, Senin (13/7/2015).

Koalisi yang dipimpin Saudi telah membombardir kelompok pemberontak Houthi dan loyalis mantan presiden Yaman Ali Abdullah Saleh sejak 26 Maret lalu. Serangan ini bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan sah Yaman yang kini mengungsi ke Saudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PBB memediasi gencatan senjata sementara pada Jumat (10/7) agar bantuan kemanusiaan bisa masuk ke Yaman. Namun koalisi Saudi enggan mematuhi gencatan senjata ini dengan alasan tidak diminta oleh Presiden Yaman Abd-rabbu Mansour Hadi yang mengungsi ke Saudi, untuk menghentikan serangan terhadap Houthi di Yaman.

Juru bicara koalisi Saudi, Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri menyatakan, tidak akan ada gencatan senjata karena Houthi tidak berkomitmen untuk melakukan gencatan senjata dan tidak ada pengamat PBB yang dikerahkan ke lapangan untuk memantau kemungkinan pelanggaran.

Muncul laporan bahwa pertempuran lokal juga terjadi di wilayah lainnya seperti Aden, Marib dan Taiz. Pertempuran terjadi antara milisi dan kelompok etnis lokal dengan Houthi dan loyalis Saleh.

Sedangkan pemimpin Houthi, Saleh al-Samad menyebut tindakan Saudi yang terus melakukan serangan udara sebagai bentuk perlawanan terhadap dunia internasional. "Menantang masyarakat internasional untuk ikut memikul tanggung jawab dan berusaha menghentikan agresi ini secara serius," sebutnya.

Dalam resolusinya pada April lalu, Dewan Keamanan PBB meminta Houthi dan loyalis Saleh untuk keluar dari area yang mereka kuasai, membebaskan tahanan dan mengembalikan seluruh senjata yang dicuri dari militer Yaman. Sejauh ini, lebih dari 3 ribu orang tewas dalam konflik di Yaman. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads