Wanita UAE bernama Ala'a Badr Abdullah al-Hashemi tersebut telah divonis mati setahun lalu atas penikaman Ibolya Ryan, ibu dari dua anak kembar berumur 11 tahun. Penikaman itu terjadi di sebuah toilet di pusat perbelanjaan Abu Dhabi. Terdakwa berumur 31 tahun itu juga didakwa atas percobaan mengebom seorang dokter Amerika-Mesir.
Hashemi juga dinyatakan bersalah karena membuat akun media sosial untuk menyebarkan ideologi militan dengan niat menjatuhkan pemerintah dan menyalurkan uang ke kelompok-kelompok militan. Demikian diberitakan kantor berita resmi WAM seperti dilansir Reuters, Senin (13/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut kepolisian UAE, Hashemi menjadi radikal lewat internet dan tidak menargetkan warga Amerika secara khusus, namun hanya mencari warga asing untuk dibunuh secara acak.
Serangan terhadap warga Barat terbilang langka di UAE. Namun kekhawatiran meningkat setelah serangkaian serangan militan di negara-negara Teluk lainnya termasuk Arab Saudi dan Kuwait.
Terlebih karena UAE ikut bergabung dengan koalisi Arab Saudi dalam melancarkan serangan udara terhadap kelompok ISIS di Suriah. ISIS pun telah menyerukan warga muslim di negara-negara Teluk untuk menargetkan para ekspatriat Barat sebagai pembalasan atas serangan udara koalisi terhadap ISIS. UAE juga merupakan penentang keras kelompok Islamis lainnya, termasuk Ikhwanul Muslimin yang telah dinyatakan terlarang di Mesir.
(ita/ita)










































