Pria Palestina bernama Khader Adnan yang nyaris meninggal akibat aksi mogok makannya itu, disambut bak pahlawan di desanya, dekat Jenin di Tepi Barat. Bendera-bendera Jihad Islam pun dikibarkan untuk menyambut kedatangannya. Adnan memang disebut-sebut sebagai anggota kelompok militan Jihad Islam. Warga setempat juga mengenakan kaos-kaos bergambar Adnan pada Minggu, 12 Juli waktu setempat.
Setelah dibebaskan, Adnan pertama-tama langsung mendatangi ibunya. Dikatakan Adnan, selama dipenjara, dirinya dilarang menelepon ibunya, bahkan ketika wanita itu sedang sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Otoritas Penjara Israel mengkonfirmasi pembebasannya, namun tidak menjelaskan lebih detail. Β
Kelompok Jihad Islam memberikan ucapan selamat pada Adnan dan menyatakan akan menggelar perayaan di desanya, Arraba.
Adnan telah ditahan selama setahun berdasarkan penahanan administratif, yang memungkinkan penahanan tanpa dakwaan dengan diperpanjang setiap enam bulan selama waktu yang tidak ditentukan.
Dari total 5.686 tahanan Palestina yang kini mendekam di penjara-penjara Israel, sebanyak 379 orang di antaranya ditahan sesuai prosedur tersebut.
(ita/ita)











































