Mogok Makan 56 Hari, Pria Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Mogok Makan 56 Hari, Pria Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 10:45 WIB
Mogok Makan 56 Hari, Pria Palestina Dibebaskan dari Penjara Israel
Foto: Internet
Tepi Barat, - Otoritas Israel akhirnya membebaskan seorang tahanan Palestina yang telah melakukan aksi mogok makan selama 56 hari. Mogok makan itu dilakukannya sebagai protes atas prosedur kontroversial yang memungkinkan penahanan tanpa dakwaan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Pria Palestina bernama Khader Adnan yang nyaris meninggal akibat aksi mogok makannya itu, disambut bak pahlawan di desanya, dekat Jenin di Tepi Barat. Bendera-bendera Jihad Islam pun dikibarkan untuk menyambut kedatangannya. Adnan memang disebut-sebut sebagai anggota kelompok militan Jihad Islam. Warga setempat juga mengenakan kaos-kaos bergambar Adnan pada Minggu, 12 Juli waktu setempat.

Setelah dibebaskan, Adnan pertama-tama langsung mendatangi ibunya. Dikatakan Adnan, selama dipenjara, dirinya dilarang menelepon ibunya, bahkan ketika wanita itu sedang sakit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka bilang pada saya, hal itu dilarang karena alasan keamanan," tutur pria berumur 37 tahun itu. Adnan dilepaskan sebelum fajar tadi seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/7/2015).

Juru bicara Otoritas Penjara Israel mengkonfirmasi pembebasannya, namun tidak menjelaskan lebih detail. Β 

Kelompok Jihad Islam memberikan ucapan selamat pada Adnan dan menyatakan akan menggelar perayaan di desanya, Arraba.

Adnan telah ditahan selama setahun berdasarkan penahanan administratif, yang memungkinkan penahanan tanpa dakwaan dengan diperpanjang setiap enam bulan selama waktu yang tidak ditentukan.

Dari total 5.686 tahanan Palestina yang kini mendekam di penjara-penjara Israel, sebanyak 379 orang di antaranya ditahan sesuai prosedur tersebut.

(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads