Seperti dilansir AFP, Sabtu (11/7/2015), insiden berawal ketika bom yang dipasang pada sepeda motor meledak di luar bar karaoke yang ada di distrik Sadao, Provinsi Songkhla pada Jumat (10/7) malam. Sedikitnya 3 orang tewas akibat ledakan ini.
"Tiga orang tewas dalam ledakan dan empat orang lainnya luka-luka," tutur Wakil Kepala Kepolisian Thailand Selatan, Mayor Jenderal Puthichart Ekachant kepada AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat sebelum Jumat (10/7) tengah malam, beberapa toko di distrik yang sama dibakar oleh pelaku tak dikenal. Tiga orang tewas akibat aksi pembakaran ini. Sedangkan tak jauh dari lokasi, seorang warga muslim berusia 35 tahun tewas ditembak pelaku tak dikenal yang berhasil kabur.
Belum bisa dipastikan apakah serangan-serangan dan ledakan bom ini terkoordinasi satu sama lain. Namun seluruh serangan ini terjadi saat masa Ramadan ketika serangan militan di wilayah Thailand bagian selatan cukup marak.
Wilayah Thailand bagian selatan memang marak dilanda konflik dan aksi kekerasan. Tercatat lebih dari 6.300 orang tewas dalam serangkaian aksi kekerasan yang melanda wilayah tersebut sejak tahun 2004 lalu. Beberapa kelompok pemberontak memang beroperasi di wilayah tersebut. (nvc/gah)











































