Kementerian Kesehatan Korsel seperti dikutip kantor berita Yonhap dan dilansir AFP, Sabtu (11/7/2015), menyebut korban jiwa terbaru ini meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Seoul. Korban menderita kanker paru-paru sebelum terinfeksi MERS.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Korsel menyebut, tidak ada kasus MERS baru dalam lima hari terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sebanyak 125 kasus MERS berujung kesembuhan dan pasiennya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Penyebaran virus MERS di Korsel berawal dari seorang pengusaha 68 tahun yang baru pulang dari perjalanan bisnis ke Arab Saudi. Pengusaha ini sempat mendatangi empat rumah sakit, hingga menularkan kepada pasien dan petugas medis lainnya, sebelum dinyatakan positif terinfeksi MERS pada 20 Mei lalu.
Sejak saat itu, virus berbahaya yang belum ada vaksinnya ini menyebar luas di Korsel. Bahkan jumlah kasus MERS di Korsel tercatat sebagai yang terbanyak di luar Arab Saudi, negara asal MERS.
Pemerintah Korsel menghadapi banyak kritikan publik karena dianggap gagal menghentikan dan mencegah penyebaran MERS. (nvc/kha)











































