Seperti dilansir AFP, Sabtu (11/7/2015), ledakan ini terjadi saat tengah dilakukan perbaikan terhadap saluran pipa yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia, Eni pada Kamis (9/7) waktu setempat. Penyebab ledakan ini masih belum diketahui pasti.
Namun pihak Eni menyebut bahwa saluran pipa itu telah mengalami kerusakan akibat aksi sabotase, sebelum insiden ini terjadi. Juru bicara satuan gabungan militer Nigeria, Letnan Kolonel Ado Isa membenarkan adanya ledakan pada saluran pipa namun tidak menjelaskan kronologinya secara detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang sumber dari Kementerian Lingkungan wilayah Bayelsa menyebut, ledakan terjadi ketika tim sedang memeriksa tumpahan minyak di salah satu fasilitas milik anak perusahaan Eni, Agip. Tidak ada anggota tim yang tewas akibat ledakan ini, namun satu orang mengalami luka-luka.
Komisioner pada Kementerian Lingkungan setempat, Iniro WIlls menyatakan, penyebab ledakan ini masih terus diselidiki. "Tiga korban luka telah diselamatkan dan kini ada di rumah sakit. Dua korban di antaranya mengalami luka bakar parah," terangnya.
Perusahaan Eni melalui Agip merupakan salah satu perusahaan minyak internasional terbesar yang beroperasi di Nigeria, yang tercatat sebagai negara produsen minyak mentah terbesar di kawasan Afrika.
Tumpahan minyak menjadi salah satu bahaya utama yang mengancam lingkungan di Nigeria. Amnesty International menyebut bahwa Agip dan Anglo-Dutch Shell telah melaporkan 553 insiden minyak tumpah sepanjang tahun 2014 lalu. (nvc/gah)











































