PM Najib yang menjabat pemimpin dewan penasihat 1MDB ikut terseret dalam skandal korupsi ini. Ditambah, laporan di media juga menyebut sejumlah besar uang ditransfer ke rekening istri PM Najib terkait skandal ini.
"Satuan tugas mengetahui hal ini sebelum terekspose dan penyelidikan sedang dilakukan," demikian pernyataan tim satuan tugas yang menyelidiki dugaan penyelewengan uang negara pada 1MDB, seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firma hukum yang mewakili Rosmah membantah keras laporan Sarawak Report tersebut. "Klien kami tidak melakukan pelanggaran pidana maupun penyelewengan dana apapun dan secara keras membantah keterlibatan dengan dana dari 1MDB," demikian pernyataan firma hukum Messrs Noorhajran Mohd Noor.
"Laporan ini tidak pantas, mengancam, palsu dan sengaja untuk menganggu atau mempermalukan klien kami," imbuh pernyataan tersebut.
Juru bicara Affin Bank menolak berkomentar atas laporan ini maupun memberikan informasi soal nasabah dan rekeningnya.
1MDB menjadi fokus penyelidikan otoritas Malaysia atas dugaan penyelewengan uang negara dan skandal gratifikasi, setelah mengalami defisit hingga US$ 11 miliar. Pekan lalu, surat kabar Amerika Serikat Wall Street Journal (WSJ) merilis laporan soal aliran uang negara sebesar US$ 700 juta atau setara Rp 9,3 triliun ke rekening pribadi PM Najib. WSJ mendasarkan laporannya pada dokumen penyelidikan pemerintah Malaysia.
PM Najib membantah keras tudingan itu dan mempertimbangkan untuk menuntut WSJ. Sedangkan laporan sementara penyelidikan pemerintah Malaysia terhadap 1MDB menyebut tidak ada temuan hal mencurigakan pada perusahaan tersebut, setelah pemeriksaan rekening dilakukan. (nvc/gah)










































