Seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/7/2015), serangan yang diwarnai aksi baku tembak di Hotel Wehliya dan sebuah hotel lainnya bernama Siyad berlangsung hingga Jumat (10/7) malam waktu setempat. Salah satu hotel terletak di dekat istana kepresidenan Somalia.
"Tiga militan tewas ditembak dan satu militan lainnya tewas setelah meledakkan diri di dalam mobil yang dipenuhi bom yang mengenai gerbang hotel. Operasi telah berakhir. Sejauh ini dilaporkan enam warga sipil tewas," tutur seorang pejabat kepolisian setempat, Umar Ali kepada Reuters.
Identitas korban tewas dalam serangan ini belum diketahui pasti. Namun hotel yang menjadi lokasi serangan biasa digunakan oleh pejabat pemerintahan Somalia.
Salah satu tamu Hotel Wehliya, Mohamed Osman terkena tembakan di bagian kakinya. Osman sedang berbuka puasa di restoran hotel ketika serangan terjadi dan tidak bisa menghindar hingga terkena tembakan.
Dalam keterangan terpisah, seorang polisi Somalia lainnya, Abdirahman membenarkan bahwa Hotel Siyad juga dilanda serangan militan. "Kami memahami bahwa operasi di Hotel Siyad belum selesai," ucapnya.
Warga sekitar lokasi kejadian menuturkan mendengar suara ledakan dan suara baku tembak dari kedua hotel. Dalam pernyataannya, militan Al-Shabaab mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap dua hotel itu. (nvc/gah)











































